Kamis, 24 Oktober 2019

Banteng Betawi (1971)


Banteng Betawi adalah sebuah film Indonesia dirilis tahun 1971 yang disutradarai oleh Nawi Ismail serta dibintangi oleh Dicky Zulkarnaen dan Paula Rumokoy.

Sinopsis


Si Pitung (Dicky Zulkarnaen) bersama Aisah (Paula Rumokoy), pacarnya, bersembunyi di rumah Bang Miun (Benyamin S.). Ia berhasil kawin. Berita ini didengar Demang Meester (Mansjur Sjah), yang ingin memperistri Aisah, dan Heyne Scott (A. Hamid Arief), opsir Belanda. Rumah orangtua Aisah diancam dibeslah oleh Demang Meester, karena ia sudah memberi panjar pada orangtua Aisah untuk biaya perkawinannya. Pencarian terhadap Aisah dilakukan dan berhasil berkat anak buah Demang, Dadap (WD Mochtar) dan Japat (Jeffry Sani), yang juga melakukan perampokan atas nama Pitung. Pitung sendiri repot, karena harus pula membasmi perampok yang mengatasnamakan dirinya. Aisah berhasil disekap di rumah istri muda Dadap dan ayahnya dibunuh. Setelah digagahi Demang, Aisah gantung diri. Pitung makin kalap dan merajalela tanpa bisa dicegah, sampai ada orang yang memberi tahun nahasnya Pitung, yaitu antara lohor dan magrib, jimatnya harus dicuri, dan ditembak dengan peluru emas. Yang memberi tahu syarat itu adalah Somad, orang seperguruan Pitung. Syarat ini dipenuhi Heyne dan berhasil. Pitung sempat mencoba melawan, tetapi perlawanannya berakhir ketika Heyne menembakkan peluru emasnya. Ia pun roboh seketika. Sebelum meninggal ia sempat meminta minum. Pitung pun meninggal, meninggal dipangkuan Heyne. Heyne memberi hormat saat Pitung meninggal.

FOR STREAMING

Damai Kami Sepanjang Hari (1985)


Damai Kami Sepanjang Hari adalah film Indonesia tahun 1985 yang disutradarai oleh Sophan Sophiaan dan dibintangi antara lain oleh Iwan Fals, Rima Melati dan Ade Irawan

Sinopsis

Iwan, pelajar SMA, kehilangan ayahnya, sopir bajaj, karena tertabrak jip Dance Lintang, penyanyi tenar. Ibu Iwan harus kerja keras meski dalam keadaan mengandung. Iwan yang selama ini sudah mencari uang dengan mengamen, kini dibantu keempat adiknya yang ikut berjualan koran. Ibunya kemudian juga meninggal saat melahirkan anak terakhir. Iwan bertekad membesarkan adik-adiknya. Niat itu tak bisa kesampaian, karena keadaan keuangannya. Ia harus merelakan adik-adiknya masuk rumah yatim piatu. Ia sempat salah langkah karena hardikan Tia, pacarnya, hingga ingin melarikan adik-adiknya. Akibatnya ia masuk tahanan.


Miftah, wartawan, yang selama ini selalu bersimpati dan tahu bakat Iwan, mengeluarkannya dari tahanan. Iwan memutuskan berhenti sekolah dan akhirnya Miftah berhasil dan membawanya untuk rekaman. Produser rekaman memang sedang kesal menghadapi tingkah Dance. Dance sempat marah mendengar Iwan rekaman, mendatangi produser dan merusak pita rekaman. Keadaan menjadi berbalik, ketika Dance ditangkap polisi karena narkotika. Rekaman Iwan berhasil di pasar. Ia membawa pulang adik-adiknya dari rumah yatim piatu.

FOR STREAMING




Romi Dan Juli (1974)


Romi dan Juli adalah film Indonesia tahun 1974 dengan disutradarai oleh Arifin C. Noer dan dibintangi oleh Rano Karno dan Yessy Gusman.

Sinopsis

Romi (Rano Karno) adalah teman satu SMP dengan Juli (Yessy Gusman). Mereka saling jatuh cinta. Percintaan mereka terhalang oleh kedua orang tua masing-masing, yaitu Sabar (Sukarno M. Noor) dan Komar (Dicky Zulkarnaen) yang berseteru dalam bisnis. Romi dan Juli bersepakat untuk lari dari rumah. Dalam pelarian itu mereka tersesat di sebuah gua. Romi jatuh sakit dan Juli harus mencarikan obatnya. Kedua orang tua merekapun mencari-cari dan akhirnya berdamai setelah menemukan anak masing-masing.

FOR STREAMING

Si Doel anak betawi (1972)


Si Doel Anak Betawi adalah film drama keluarga Indonesia yang diproduksi pada tahun 1972 dan disutradarai oleh Sjuman Djaja. Film ini dibintangi antara lain oleh Rano Karno, Tutie Kirana dan Benyamin S. Cerita film ini didasarkan atas novel karangan Aman Datuk Madjoindo yang berjudul sama. Film ini kemudian dibuat sekuelnya pada tahun 1976 dengan judul Si Doel Anak Modern.

Sinopsis

Si Doel (Rano Karno) dibesarkan oleh ibunya (Tuti Kirana) dan ayahnya Asman (Benyamin S.) mengikuti budaya Betawi asli. Karena sebuah kecelakaan, ayahnya meninggal hingga ia hidup berdua dengan ibunya. Si Doel membantu ibunya berjualan untuk meneruskan hidup. Pada suatu saat datang sebuah bantuan dari Asmad (Sjuman Djaya), pamannya yang kemudian diterima sebagai ayahnya. Asmad memberi kesempatan pada si Doel untuk bersekolah, juga sekaligus untuk menolak anggapan jelek anak Betawi karena banyak yang tidak bersekolah.

FOR STREAMING



Malin Kundang (1971)


Malin Kundang (Anak Durhaka) adalah sebuah film tahun 1971 yang disutradarai D. Djajakusuma dan diadaptasikan oleh Asrul Sani dari cerita rakyat berjudul serupa. Film ini mengisahkan seorang pemuda yang lupa daratan setelah menghabiskan masa kecilnya di lautan. Dibintangi Rano Karno, Putu Wijaya, dan Fifi Young, film ini gagal mendapat perhatian publik.

Produksi

Malin Kundang ditulis oleh Asrul Sani yang mengadaptasi cerita rakyat Minang dengan judul yang sama.[1] Tetapi film ini mengubah sejumlah bagian dari cerita tersebut, seperti bagian akhir. Di cerita aslinya, Malin berubah menjadi batu setelah sang ibu mengutuknya; dalam film ini, Sani menganggap tidak logis bagi seorang ibu Muslim untuk mengutuk anaknya, sebejat apapun dosanya.
Anggaran film ini berasal dari Elly Yunara, istri produser film Djamaluddin Malik.Rumah produksinya, Remadja Ellynda Film, memproduseri film in. Film ini disutradarai D. Djajakusumayang sebelumnya pernah mengadaptasi sebagian cerita Mahābhārata ke dalam film Bimo Kroda (1967). Sinematografinya ditangani Kasudllah,sedangkan penyuntingannya ditangai Soemardjono. Musik untuk film ini disediakan oleh Frans Haryadi.Rano Karno, putra aktor Sukarno M. Noor, memerankan Malin muda. Ia ikut audisi bersama temannya, Itang Yunasz, dan tidak puas dengan perubahan alur ceritanya, sambil mengatakan bahwa ceritanya bukan seperti itu.Djajakusuma langsung tertarik dan memilihnya. Malin Kundang adalah film pertama Karno. Putu Wijaya – terkenal karena kiprahnya di teater – memerankan Malin dewasa. Fifi Young, aktif di dunia perfilman sejak 1940,dipilih sebagai pemeran ibu Malin.

Rilis dan tanggapan


Malin Kundang dirilis pada tahun 1971. Kritikus film Indonesia, Salim Said, memuji alur film ini dan menganggap Rano Karno cocok memerankan Malin muda. Sayangnya, ia menganggap Wijaya tidak cocok memerankan Malin dewasa, karena tidak mirip Rano Karno sama sekali.

FOR STREAMING

Midah Perawan Buronan (1983)


Midah Perawan Buronan adalah film Indonesia yang dirilis pada tahun 1983 dengan disutradarai oleh Fritz G. Schadt. Film ini dibintangi antara lain oleh Eva Arnaz dan George Rudy.

Sinopsis

Johar (George Rudy) adalah pemuda yang sangat beruntung karena berhasil memikat hati Midah (Eva Arnaz) bunga desa yang menjadi rebutan. Kemesraan mereka terancam oleh Mirja (Eddy S. Jonathan) seorang jagoan yang telah lama merindukan cinta Midah. Berbagai upaya dilakukan Mirja untuk merebut Midah, dan diakhiri dengan membunuh Johar dan memaksa Midah untuk menjadi istrinya.

Dengan terpaksa Midah bersedia setelah Midah lulus dari mengaji. Setelah tamat mengaji, Midah melarikan diri ke hutan menghindari Mirja. Tetapi setelah sekian lama Mirja berhasil menemukan persembunyian Midah, dan memaksanya pulang. Johar yang ternyata masih selamat dididik ilmu bela diri oleh seorang Kiai. Johar berhasil mengalahkan Mirja. Midah pun kembali pada Johar.

FOR STREAMING

Belas Kasih (1973)


Belas Kasih adalah film Indonesia yang dirilis pada tahun 1973 dengan disutradarai oleh Bambang Irawan. Film ini dibintangi antara lain oleh Dewi Irawan, Tatiek Tito, dan Chitra Dewi.

Sinopsis

Bagi Santi (anak yatim piatu), diangkat menjadi anak berarti siap menjalani kesedihan yang panjang, karena ibu angkatnya kemudian diketahui hamil. Ini berkaitan dengan kepercayaan bahwa dengan mengangkat anak akan membuat seorang ibu yang lama tak hamil, bisa mendapat anak. Kehadiran kakak ibu angkatnya membuat Santi semakin diperlakukan bagai pembantu saja. Perlakuan demikian itu membuat Santi tak tahan dan kembali ke panti asuhan yatim-piatu, kembali pada sahabat dan suasana yang sudah diakrabinya.

FOR STREAMING