Kamis, 24 Oktober 2019

Banteng Betawi (1971)


Banteng Betawi adalah sebuah film Indonesia dirilis tahun 1971 yang disutradarai oleh Nawi Ismail serta dibintangi oleh Dicky Zulkarnaen dan Paula Rumokoy.

Sinopsis


Si Pitung (Dicky Zulkarnaen) bersama Aisah (Paula Rumokoy), pacarnya, bersembunyi di rumah Bang Miun (Benyamin S.). Ia berhasil kawin. Berita ini didengar Demang Meester (Mansjur Sjah), yang ingin memperistri Aisah, dan Heyne Scott (A. Hamid Arief), opsir Belanda. Rumah orangtua Aisah diancam dibeslah oleh Demang Meester, karena ia sudah memberi panjar pada orangtua Aisah untuk biaya perkawinannya. Pencarian terhadap Aisah dilakukan dan berhasil berkat anak buah Demang, Dadap (WD Mochtar) dan Japat (Jeffry Sani), yang juga melakukan perampokan atas nama Pitung. Pitung sendiri repot, karena harus pula membasmi perampok yang mengatasnamakan dirinya. Aisah berhasil disekap di rumah istri muda Dadap dan ayahnya dibunuh. Setelah digagahi Demang, Aisah gantung diri. Pitung makin kalap dan merajalela tanpa bisa dicegah, sampai ada orang yang memberi tahun nahasnya Pitung, yaitu antara lohor dan magrib, jimatnya harus dicuri, dan ditembak dengan peluru emas. Yang memberi tahu syarat itu adalah Somad, orang seperguruan Pitung. Syarat ini dipenuhi Heyne dan berhasil. Pitung sempat mencoba melawan, tetapi perlawanannya berakhir ketika Heyne menembakkan peluru emasnya. Ia pun roboh seketika. Sebelum meninggal ia sempat meminta minum. Pitung pun meninggal, meninggal dipangkuan Heyne. Heyne memberi hormat saat Pitung meninggal.

FOR STREAMING

Damai Kami Sepanjang Hari (1985)


Damai Kami Sepanjang Hari adalah film Indonesia tahun 1985 yang disutradarai oleh Sophan Sophiaan dan dibintangi antara lain oleh Iwan Fals, Rima Melati dan Ade Irawan

Sinopsis

Iwan, pelajar SMA, kehilangan ayahnya, sopir bajaj, karena tertabrak jip Dance Lintang, penyanyi tenar. Ibu Iwan harus kerja keras meski dalam keadaan mengandung. Iwan yang selama ini sudah mencari uang dengan mengamen, kini dibantu keempat adiknya yang ikut berjualan koran. Ibunya kemudian juga meninggal saat melahirkan anak terakhir. Iwan bertekad membesarkan adik-adiknya. Niat itu tak bisa kesampaian, karena keadaan keuangannya. Ia harus merelakan adik-adiknya masuk rumah yatim piatu. Ia sempat salah langkah karena hardikan Tia, pacarnya, hingga ingin melarikan adik-adiknya. Akibatnya ia masuk tahanan.


Miftah, wartawan, yang selama ini selalu bersimpati dan tahu bakat Iwan, mengeluarkannya dari tahanan. Iwan memutuskan berhenti sekolah dan akhirnya Miftah berhasil dan membawanya untuk rekaman. Produser rekaman memang sedang kesal menghadapi tingkah Dance. Dance sempat marah mendengar Iwan rekaman, mendatangi produser dan merusak pita rekaman. Keadaan menjadi berbalik, ketika Dance ditangkap polisi karena narkotika. Rekaman Iwan berhasil di pasar. Ia membawa pulang adik-adiknya dari rumah yatim piatu.

FOR STREAMING




Romi Dan Juli (1974)


Romi dan Juli adalah film Indonesia tahun 1974 dengan disutradarai oleh Arifin C. Noer dan dibintangi oleh Rano Karno dan Yessy Gusman.

Sinopsis

Romi (Rano Karno) adalah teman satu SMP dengan Juli (Yessy Gusman). Mereka saling jatuh cinta. Percintaan mereka terhalang oleh kedua orang tua masing-masing, yaitu Sabar (Sukarno M. Noor) dan Komar (Dicky Zulkarnaen) yang berseteru dalam bisnis. Romi dan Juli bersepakat untuk lari dari rumah. Dalam pelarian itu mereka tersesat di sebuah gua. Romi jatuh sakit dan Juli harus mencarikan obatnya. Kedua orang tua merekapun mencari-cari dan akhirnya berdamai setelah menemukan anak masing-masing.

FOR STREAMING

Si Doel anak betawi (1972)


Si Doel Anak Betawi adalah film drama keluarga Indonesia yang diproduksi pada tahun 1972 dan disutradarai oleh Sjuman Djaja. Film ini dibintangi antara lain oleh Rano Karno, Tutie Kirana dan Benyamin S. Cerita film ini didasarkan atas novel karangan Aman Datuk Madjoindo yang berjudul sama. Film ini kemudian dibuat sekuelnya pada tahun 1976 dengan judul Si Doel Anak Modern.

Sinopsis

Si Doel (Rano Karno) dibesarkan oleh ibunya (Tuti Kirana) dan ayahnya Asman (Benyamin S.) mengikuti budaya Betawi asli. Karena sebuah kecelakaan, ayahnya meninggal hingga ia hidup berdua dengan ibunya. Si Doel membantu ibunya berjualan untuk meneruskan hidup. Pada suatu saat datang sebuah bantuan dari Asmad (Sjuman Djaya), pamannya yang kemudian diterima sebagai ayahnya. Asmad memberi kesempatan pada si Doel untuk bersekolah, juga sekaligus untuk menolak anggapan jelek anak Betawi karena banyak yang tidak bersekolah.

FOR STREAMING



Malin Kundang (1971)


Malin Kundang (Anak Durhaka) adalah sebuah film tahun 1971 yang disutradarai D. Djajakusuma dan diadaptasikan oleh Asrul Sani dari cerita rakyat berjudul serupa. Film ini mengisahkan seorang pemuda yang lupa daratan setelah menghabiskan masa kecilnya di lautan. Dibintangi Rano Karno, Putu Wijaya, dan Fifi Young, film ini gagal mendapat perhatian publik.

Produksi

Malin Kundang ditulis oleh Asrul Sani yang mengadaptasi cerita rakyat Minang dengan judul yang sama.[1] Tetapi film ini mengubah sejumlah bagian dari cerita tersebut, seperti bagian akhir. Di cerita aslinya, Malin berubah menjadi batu setelah sang ibu mengutuknya; dalam film ini, Sani menganggap tidak logis bagi seorang ibu Muslim untuk mengutuk anaknya, sebejat apapun dosanya.
Anggaran film ini berasal dari Elly Yunara, istri produser film Djamaluddin Malik.Rumah produksinya, Remadja Ellynda Film, memproduseri film in. Film ini disutradarai D. Djajakusumayang sebelumnya pernah mengadaptasi sebagian cerita Mahābhārata ke dalam film Bimo Kroda (1967). Sinematografinya ditangani Kasudllah,sedangkan penyuntingannya ditangai Soemardjono. Musik untuk film ini disediakan oleh Frans Haryadi.Rano Karno, putra aktor Sukarno M. Noor, memerankan Malin muda. Ia ikut audisi bersama temannya, Itang Yunasz, dan tidak puas dengan perubahan alur ceritanya, sambil mengatakan bahwa ceritanya bukan seperti itu.Djajakusuma langsung tertarik dan memilihnya. Malin Kundang adalah film pertama Karno. Putu Wijaya – terkenal karena kiprahnya di teater – memerankan Malin dewasa. Fifi Young, aktif di dunia perfilman sejak 1940,dipilih sebagai pemeran ibu Malin.

Rilis dan tanggapan


Malin Kundang dirilis pada tahun 1971. Kritikus film Indonesia, Salim Said, memuji alur film ini dan menganggap Rano Karno cocok memerankan Malin muda. Sayangnya, ia menganggap Wijaya tidak cocok memerankan Malin dewasa, karena tidak mirip Rano Karno sama sekali.

FOR STREAMING

Midah Perawan Buronan (1983)


Midah Perawan Buronan adalah film Indonesia yang dirilis pada tahun 1983 dengan disutradarai oleh Fritz G. Schadt. Film ini dibintangi antara lain oleh Eva Arnaz dan George Rudy.

Sinopsis

Johar (George Rudy) adalah pemuda yang sangat beruntung karena berhasil memikat hati Midah (Eva Arnaz) bunga desa yang menjadi rebutan. Kemesraan mereka terancam oleh Mirja (Eddy S. Jonathan) seorang jagoan yang telah lama merindukan cinta Midah. Berbagai upaya dilakukan Mirja untuk merebut Midah, dan diakhiri dengan membunuh Johar dan memaksa Midah untuk menjadi istrinya.

Dengan terpaksa Midah bersedia setelah Midah lulus dari mengaji. Setelah tamat mengaji, Midah melarikan diri ke hutan menghindari Mirja. Tetapi setelah sekian lama Mirja berhasil menemukan persembunyian Midah, dan memaksanya pulang. Johar yang ternyata masih selamat dididik ilmu bela diri oleh seorang Kiai. Johar berhasil mengalahkan Mirja. Midah pun kembali pada Johar.

FOR STREAMING

Belas Kasih (1973)


Belas Kasih adalah film Indonesia yang dirilis pada tahun 1973 dengan disutradarai oleh Bambang Irawan. Film ini dibintangi antara lain oleh Dewi Irawan, Tatiek Tito, dan Chitra Dewi.

Sinopsis

Bagi Santi (anak yatim piatu), diangkat menjadi anak berarti siap menjalani kesedihan yang panjang, karena ibu angkatnya kemudian diketahui hamil. Ini berkaitan dengan kepercayaan bahwa dengan mengangkat anak akan membuat seorang ibu yang lama tak hamil, bisa mendapat anak. Kehadiran kakak ibu angkatnya membuat Santi semakin diperlakukan bagai pembantu saja. Perlakuan demikian itu membuat Santi tak tahan dan kembali ke panti asuhan yatim-piatu, kembali pada sahabat dan suasana yang sudah diakrabinya.

FOR STREAMING

Dasar Rezeki (1974)


Sinopsis

Empat pemuda desa yang menamakan diri Empat Jaka Riang, Dudung (Mang Dudung), Diman (Mang Diman), Harry (Mang Harry), Udi (Mang Udi), mencari pengalaman ke kota. Perjalanan ke kota penuh pengalaman lucu, karena keluguan mereka, bahkan sempat ditangkap polisi. Karena tak bersalah, mereka dibebaskan dan dilatih jadi hansip. Mereka ditugaskan kembali ke desa untuk mengamankan sebuah proyek yang tengah dibangun. Dalam tugas ini mereka berhadapan dengan komplotan penjahat Tengkorak Hitam yang bisa diselesaikan.

FOR STREAMING

Pemberang (1972)


Pemberang adalah film Indonesia yang dirilis pada tahun 1972 yang disutradarai oleh Arifin C. Noer dan dibintangi oleh Sophan Sophiaan dan Dicky Zulkarnaen.

Film ini meraih penghargaan Festival Film Indonesia 1973 untuk pemeran pembantu pria terbaik (Dicky Zulkarnaen).

Sinopsis


Ketenangan keluarga Johan Arifin (Sophan Sophiaan), seorang jaksa, terusik dengan datangnya berbagai teror, pramuria yang merayu, surat kaleng, dering telpon dll. Biang keladinya adalah Barman (Dicky Zulkarnaen). Motifnya adalah dendam. Kesaksian Johan di pengadilan membuat Barman masuk penjara. Puncaknya adalah penyanderaan atas istri dan anak Johan. Barman memang akhirnya tewas. Sajian kisah ini dalam bentuk sorot balik, hingga kunci masalah baru diuraikan di akhir film. Barman membunuh kekasihnya, karena ternyata sang kekasih itu mencintai Johan.

FOR STREAMING

Lingkaran Setan (1972)


Lingkaran Setan adalah film Indonesia tahun 1972 dengan disutradarai oleh Misbach Jusa Biran dan dibintangi oleh Sukarno M. Noor dan Farouk Afero.


Sinopsis

Tohir (Sukarno M. Noor) dijatuhi hukuman berat oleh pengadilan kolonial 22 September 1938. Hukuman itu dijatuhkan karena jaksa Hasan (Aedy Moward) lebih menekankan pada faktor keturunan daripada tindakan kejahatannya. Padahal Tohir melakukan kejahatan lebih karena desakan kebutuhan hidup. Istrinya hamil tua. Ia dipenjara kerja paksa di pembuangan. Ketika mendengar berita anak dan istrinya meninggal, Tohir melarikan diri. Ia culik anak Hasan. Ia besarkan dengan kejahatan, tapi hidup bagai orang terhormat. Husin juga menjalani kehidupan ganda.

Di kampung ia disukai seorang gadis lugu, sementara di tempat lain ia berfoya-foya dengan perempuan lain. Di saat tuanya, Tohir hidup bermabuk-mabuk, apalagi saat ia tahu bahwa Hasan yang menghukumnya mendapat anugerah dari negara karena jasa-jasanya. Ia gunakan anaknya, Husin alias Boy (Farouk Afero) untuk membalas dendamnya dengan merampok rumah Hasan. Husin gagal. Polisi mengusut dan berhasil mengajukan Husin ke pengadilan. Di situ Tohir dalam keadaan mabuk, membuka siapa sebenarnya Husin itu. Hasan dan istrinya menerima Husin.

FOR STREAMING

Buaya Deli (1978)



Buaya Deli adalah film Indonesia pada tahun 1978. Film ini dibintangi antara lain oleh Tutie Kirana dan Robby Sugara.

Sinopsis
Sebuah melodrama dengan latar belakang perkebunan tembakau di Deli, milik penjajah zaman penjajahan Belanda di Sumatra Utara, Tijah (Tuti Kirana) adalah anak kuli kontrak di perusahaan itu. Kecantikannya menarik perhatian Buaya Deli Bustaman (Reza Pahlawan) dan Tuan Pieter Dikkert (Robby Sugara). Ketika Bustaman mau melamar Tijah ternyata ia sudah diterima jadi pembantu di rumah Pieter Dikkert, dan dijadikan gundiknya hingga membuahkan anak. Meskipun demikian Bustaman tetap menginginkan Tijah. Ketika Tuan Dikkert pulang ke Belanda, Bustaman berusaha selalu menemui Tijah,hingga sempat kepergok Tuan Dikkert. Tijah kemudian diusir, tidak diperbolehkan membawa anaknya, sedangkan Bustaman dinyatakan sebagi buronan dengan ancaman mati. Setelah lama berpisah, atas usaha Bustaman yang sudah insaf, Tijah dapat bertemu kembali dengan anaknya Elizabeth (Ernie Tanjung)yang sudah remaja dan cantik.

FOR STREAMING

Intan Perawan Kubu (1972)


Intan Perawan Kubu adalah film Indonesia pada tahun 1972 dengan disutradarai oleh A.N. Alcaff dan Arto Hady. Film ini dibintangi antara lain oleh Dicky Zulkarnaen, Fara Noor, dan Yati Octavia. dr. zainul bachri

Sinopsis
Sebuah ekspedisi dibentuk untuk mencari orang yang hilang di daerah Air Hitam, belantara Jambi. Orang yang hilang tadi ditangkap suku Kubu, karena peluru yang ditembakkan menewaskan seorang anggota suku Kubu. Konflik dalam anggota ekspedisi dan konflik anggota ekspedisi dengan suku Kubu. Kisah percintaan antara kepala ekspedisi yang juga calon dokter dengan putri kepala suku.

FOR STREAMING



Pareh (1936)


Pareh (dalam bahasa Sunda berarti "beras"), dirilis di luar negeri dengan judul Pareh, Song of the Rice, adalah sebuah film Hindia Belanda (sekarang Indonesia) tahun 1936. Film ini disutradarai Albert Balink dan Mannus Franken dari Belanda dan dibintangi oleh aktor amatir pribumi Raden Mochtar dan Doenaesih. Alurnya bercerita tentang cinta terlarang antara seorang nelayan dan putri petani.

Balink mulai mengerjakan film ini pada 1934, bekerja sama dengan Wong Bersaudara selaku sinematografernya. Mereka mengumpulkan dana sebesar 75.000 gulden – lebih besar daripada film-film lokal lainnya – dan memboyong Franken dari Belanda untuk membantu pembuatannya. Film ini disunting di Belanda setelah direkam di Hindia Belanda. Film ini sukses dan disambut hangat oleh penonton Eropa, namun mengecewakan para penonton pribumi; meski sukses, Pareh membuat para produsernya bangkrut.

Pareh menjadi tonggak peralihan dunia perfilman Hindia Belanda yang sudah lama berorientasi pada penonton Cina. Film-film selanjutnya mulai ditargetkan pada penonton setempat. Balink kemudian sukses besar melalui Terang Boelan (1937). Antropolog visual Amerika Serikat Karl G. Heider menganggap Pareh dan Terang Boelan dua karya sinema Hindia Belanda terpenting tahun 1930-an.

Sinopsis

Mahmud (Rd. Mochtar), seorang nelayan, jatuh cinta dengan Wagini (Doenaesih), putri seorang petani. Akan tetapi, takhayul yang berkembang saat itu meramalkan hubungan mereka akan membawa petaka. Hal ini seolah benar-benar terjadi setelah keris kepala desa dicuri, tetapi akhirnya Mahmud dan Wagini berhasil bersatu.

Produksi

Sepanjang 1934 dan awal 1935, semua film fitur yang dirilis di Hindia Belanda diproduseri The Teng Chun, diadaptasi dari mitologi Cina atau seni bela diri, dan ditargetkan pada penonton kelas bawah, umumnya etnis Cina.Situasi ini tercipta akibat Depresi Besar yang memaksa pemerintah Hindia Belanda menaikkan pajak, sehingga pengiklan meminta bayaran lebih tinggi, dan bioskop menjual karcis lebih murah. Strategi tersebut berusaha menciptakan margin laba yang sangat rendah bagi perfilman lokal. Pada waktu itu, bioskop-bioskop di Hindia Belanda masih menayangkan film Hollywood.Albert Balink, seorang jurnalis Belanda, mulai mengerjakan Pareh tahun 1934. Tidak seperti The Teng Chun, Balink yang tidak berpengalaman memutuskan menargetkan filmnya pada penonton Belanda.Ia mempekerjakan dua anggota Wong Bersaudara, pembuat film Cina yang tidak aktif setelah membuat Zuster Theresia (Sister Theresa) tahun 1932.Wong Bersaudara menyumbangkan studio mereka – pabrik tepung tapioka lama – dan peralatan pembuatan film mereka. Sementara itu, pendanaannya berasal dari pihak lain. Menurut sejarawan film Indonesia Misbach Yusa Biran, dananya berasal dari pengusaha perfilman Buse,sedangkan catatan EYE Film Institute menunjukkan bahwa pendanaan film ini dibantu oleh Centrale Commissie voor Emigratie en Kolonisatie van Inheemschen dan bertujuan mempromosikan migrasi dari Jawa ke Sumatra.Balink dan Wong Bersaudara menghabiskan dua tahun untuk mengumpulkan dana dan Balink ditugaskan memimpin Java Pacific Film, sebuah usaha patungan.Balink justru menginginkan kesempurnaan dan memiliki bayangan jelas tentang aktor yang ia inginkan dalam film tersebut.Tidak seperti pembuat-pembuat film sebelumnya di negara ini, Balink menghabiskan waktu dan uangnya untuk mencari lokasi dan aktor sebagus mungkin tanpa mempertimbangkan apakah ia terkenal atau tidak.Kebanyakan pemeran Pareh belum pernah berakting sebelumnya. Peran untuk Mahmud terisi saat Balink sedang kumpul-kumpul bersama Joshua dan Othniel Wong. Ia melihat seorang pemuda tinggi, kuat, dan tampan – sesuai yang diharapkannya – sedang mengemudi. Balink memanggil Wong Bersaudara dan mereka langsung mengejarnya. Pria tersebut, Mochtar, seorang priyayi Jawa, diminta memakai gelar Raden untuk film ini. Mochtar dan keluarganya sudah tidak lagi memakai gelar tersebut.Menurut antropolog Indonesia Albertus Budi Susanto, penekanan gelar Mochtar bertujuan menarik penonton kelas atas.Pengarahan artistiknya dan sebagian penulisan naskahnya ditangani Mannus Franken, seorang pembuat film dokumenter avant-garde asal Belanda yang dibawa Balink ke Hindia Belanda. Franken memaksa agar film ini menyertakan adegan etnografis agar dapat menampilkan budaya lokal secara lebih baik kepada penonton asing. Franken tertarik dengan aspek dokumenter dan etnografi dalam film ini dan menyutradarai adegannya, sedangkan Wong Bersaudara menangani adegan umum. Menurut Biran, pembagian tugas mereka terlihat dari sudut kamera yang digunakan.Film ini, yang direkam menggunakan film 35 mm dengan peralatan sistem tunggal, dibawa ke Belanda untuk menjalani penyuntingan. Di sana, suara-suara asli pemerannya dialihkan ke suara aktor Belanda, sehingga bahasanya bercampur dan memiliki aksen Belanda yang kental.Sejak awal sampai akhir pembuatannya, Pareh menghabiskan 75.000 gulden (sekitar US$ 51.000[13]), 20 kali lebih banyak ketimbang film reguler lokal.Setelah proses penyuntingan, dihasilkan 2.061 meter film atau sama dengan durasi 92 menit.

FOR STREAMING


Pedjuang (1961)


Pedjuang adalah film Indonesia yang dirilis pada tahun 1960 dengan disutradarai oleh Usmar Ismail.

Sinopsis

Sekitar tahun 1947, sebuah peleton pimpinan Letnan Amin (Rendra Karno) mendapat tugas untuk mempertahankan sebuah jembatan yang sangat strategis. Di balik pasukan itu, berlindung sejumlah pengungsi, antara lain Irma (Chitra Dewi), anak keluarga menengah yang sinis terhadap pejuang kemerdekaan. Antara Amin dan Irma terjalin hubungan kasih, yang mereka sembunyikan. Sersan Mayor Imron (Bambang Hermanto) yang urakan juga menaruh hati atas Irma. Ketika Amin terluka, Imron diserahi memimpin pasukan untuk meninggalkan tempat yang sudah dikuasai Belanda itu. Tugas diterima dan dilaksanakan. Kopral Seno (Bambang Irawan) mencurigai Imron, yang dianggap punya niat menyingkirkan Amin, agar bisa mendapatkan Irma. Untuk membuktikan bahwa tak ada maksud begitu, Imron memutuskan melakukan operasi membebaskan Amin dari tawanan Belanda. Amin berhasil dibebaskan, tetapi Imron tewas. Meski mata dan kaki satu, Irma akhirnya memilih menemani Amin.

FOR STREAMING

Asrama Dara (1958)


Asrama Dara adalah film drama musikal Indonesia yang dirilis pada tahun 1958 dengan disutradarai oleh Usmar Ismail. Film ini dibintangi antara lain oleh Aminah Cendrakasih, Baby Huwae, dan Chitra Dewi.

Sinopsis
Penghuni asrama yang dipimpin bu Siti (Fifi Young) mempunyai persoalan sendiri-sendiri. Tari (Aminah Chendrakasih), seorang mahasiswi jatuh cinta pada laki-laki yang pantas jadi ayahnya. Calon dokter Rahimah (Chitra Dewi) akan dipaksa menikah di kampung, dan ditolong oleh Nasrul (Bambang Irawan).


Pramugari Maria (Baby Huwae) terlibat cinta segi empat, dicintai co-pilot Imansyah (Bambang Hermanto), tetapi Maria lebih tertarik pada saudagar Broto (Rendra Karno), sedangkan Broto sendiri lebih menyenangi guru tari, Sita (Nun Zairina). Masuk pula dua remaja, Ani (Nurbani Jusuf) dan Ina (Suzanna), yang dititipkan pada bu Siti karena orangtuanya sibuk berpolitik. Segala persoalan tadi diselesaikan secara komedi.

FOR STREAMING

Lagi - Lagi Krisis (1955)


Lagi-Lagi Krisis adalah film drama komedi Indonesia yang dirilis pada tahun 1955. Disutradarai oleh Usmar Ismail dan dibintangi Rd Soekarno, Tina Melinda, Rd Ismail, S Bono, Udjang, Sulastri, Masito Sitorus, Basuki Djaelani, Edifah Hanoem, Dhiana Subroto, Rosihan Anwar, Juniar, Nazir Naib, St Malintang, Momo Sugito, S Rahmah.

Sinopsis


Husin bin Said (Udjang) tiba-tiba dapat ilham untuk jadi dukun. Dia pasang papan nama. Maka berduyun-duyun orang datang minta bantuan: orang yang berniat jadi atase kebudayaan, anggota parlemen, istri pembesar yang suaminya pacaran lagi, produser, calon bintang film dll. Entah kenapa, produser film Henry Bross (S. Bono) dan calon bintang film Mimi (Diana Subroto), berhasil membuat Husin berusaha keras membantu melaksanakan niat mereka. Kisah ini juga yang jadi tiang utama film, di samping merupakan kesempatan sutradara untuk mengejek dunia film. Apalagi kemudian datang kawan Husin, Pedro (Rd. Ismail), pemain sandiwara yang sudah tua dan tak terpakai, tetapi masih berilusi tentang kejayaannya sebagai aktor. Rumah Husin ini bertetangga dengan keluarga Jaka Prawira-Mariam (R. Sukarno, Tina Melinda). Ke rumah ini datang mertua mereka, RA Berlian (Edifah Hanoem), ningrat yang suka mengatur. Untuk membantu kawannya tadi, Husin mengatur siasat agar Pedro menaklukkan Berlian. Siasat berhasil. Uang untuk membuat film keluar. Setengah jalan, produksi berhenti, karena rahasia persekongkolan terbongkar. Bahkan seluruh pasien Husin datang menuntut karena tak ada yang berhasil.

Pemeran

Rd Soekarno – Jaka Prawira
Tina Melinda – Mariam
Rd Ismail – Pedro
S Bono – Henry Bross
Udjang – Husin bin Said
Sulastri
Masito Sitorus
Basuki Djaelani
Edifah Hanoem – RA Berlian
Dhiana Subroto – Mimi
Rosihan Anwar – Calon atase kebudayaan
Juniar
Nazir Naib
St Malintang
Momo Sugito

S Rahmah

FOR STREAMING

Rabu, 23 Oktober 2019

Budak Nafsu (1983)


Budak Nafsu adalah judul film Indonesia yang diproduksi pada tahun 1983 yang disutradarai oleh Sjuman Djaja dan dibintangi anatara lain oleh Jenny RachmanEl Manik, dan Mang Udel.


Sinopsis

Fatima (Jenny Rachman) merelakan dirinya sebagai pengganti putrinya yang hendak diperkosa oleh serdadu Jepang. Bersama ratusan wanita lainnya, Fatima kemudian dikirim ke Malaya sebagai pemuas nafsu serdadu yang kesepian. Di Malaya, Fatima berkenalan dengan Takashi (El Manik), seorang pejabat Jepang yang baik hati dan jatuh cinta kepadanya. Kecintaan Takashi dia sia-siakan, Fatima memilih membantu para pejuang bawah tanah Malaya. Kemudian markas Jepang itu berhasil dihancurkan, para pejuang yang ditahan dapat dibebaskan. Takashi mengambil jalan pintas, harakiri. Fatima mendapat bantuan seseorang untuk diselamatkan. Tetapi, karena penyakit Raja Singa yang dideritanya, ia diusir. Dalam perjalanan pulang ke Indonesia, kapal yang ditumpangi Fatima diserang oleh NICA. Nasib Fatima kembali menjadi pemuas nafsu serdadu NICA. Namun kegigihannya untuk ikut berjuang tak pernah padam. Setelah Indonesia meraih kemerdekaan, nasib Fatima tetap tidak berubah, miskin dan sempat menjadi mangsa copet oleh bangsanya sendiri. Akhirnya dalam keadaan sakit parah, Fatima dirawat di rumah sakit umum. Disitulah Fatima bertemu dengan putrinya yang telah menjadi seorang dokter.

FOR STREAMING

Nagabonar (1986)




Naga Bonar adalah film komedi situasi tahun 1987 dari Indonesia yang mengambil latar peristiwa perang kemerdekaan Indonesia ketika sedang melawan kedatangan pasukan Kerajaan Belanda pasca kemerdekaan Indonesia di daerah Sumatra Utara.

Sinopsis

Naga Bonar (Deddy Mizwar) adalah seorang pencopet di Medan yang sering keluar-masuk penjara Jepang, ia bersahabat dengan seorang pemuda bernama Bujang (Afrizal Anoda). Sepulang dari penjara, Bang Pohan (Piet Pagau) mengatakan tentang proklamasi kemerdekaan Indonesia yang sudah diproklamasikan di Jakarta, dan di Medan yang belum sempat dimerdekakan harus memperangi Belanda yang sudah memasuki wilayah Indonesia dengan maksud untuk berkuasa lagi. Lewat narator radio, diceritakan penolong Naga Bonar ketika sakit, Dokter Zulbi yang merupakan teman Bang Pohan diperkirakan sebagai mata-mata Belanda yang ternyata itu hanya isu. Naga Bonarpun menjadi tentara garis depan dalam perlawanan terhadap Belanda. Setelah beberapa perlawanan yang sengit, Naga Bonar dititahkan dari markas untuk mundur karena perundingan dengan Belanda mau dilaksanakan.
Perpindahan pasukan dari desa ke markas menjadi saat Naga Bonar mulai tertarik dengan anak Dokter Zulbi, Kirana (Nurul Arifin). Pada perundingan Belanda dengan Indonesia, Naga Bonar yang menjadi wakil Indonesia justru menunjuk Parit Buntar sebagai tempat wilayah tentaranya (karena Naga Bonar tidak bisa membaca peta). Juru tulis pasukan, Lukman, mengatakan bahwa Parit Buntar adalah tempat yang sudah diduduki oleh Belanda. Setelah itu, Naga Bonar mulai mendekati Kirana dengan hasil yang memuaskan. Sehari setelah itu, Bujang mengambil baju jenderal Naga Bonar dan pergi ke Parit Buntar untuk melawan Belanda, naas, ia tewas. Naga pun sangat terpukul dengan kepergian sahabatnya dan akhirnya bersama dengan Kirana, dan pasukannya Naga pergi ke Parit Buntar untuk memusnahkan markas Belanda dan berhasil. Film diakhiri dengan orasi Naga Bonar dan Kirana kepada pemuda indonesia.

FOR STREAMING

November 1828 (1979)


November 1828 adalah film Indonesia yang diproduksi pada tahun 1979 dan disutradarai oleh Teguh Karya. Film ini dibintangi antara lain oleh Slamet RahardjoRachmat Hidayat dan Yenny Rachman.


Sinopsis


Film ini menceritakan tentang sebuah kelompok penduduk desa di Jawa yang memberontak melawan pemerintahan penjajahan Hindia Belanda. Film ini mengandung tema loyalitas dan pengkhianatan.
Jalinan kisah November 1828 ini dimulai ketika Kapten van der Borst, disertai pasukannya, berusaha mengorek informasi tentang lokasi persembunyian Sentot Prawirodirdjo, tangan kanan Pangeran Diponegoro. Jayengwirono, seorang demang gila jabatan, memberitahukan bahwa Kromoludirolah yang mengetahui informasi tersebut. Kromoludiro pun ditangkap, ditawan di rumahnya sendiri, dan dengan berbagai upaya dipaksa membuka mulut.
Sepanjang proses interogasi dan mata rantai peristiwa yang ditimbulkannya, terlihat bahwa dibalik konflik antara Belanda dan rakyat Jawa ini sebenarnya berkecamuk konflik internal yang tak kalah dahsyat dalam diri tokoh-tokohnya. Film ini mengingatkan bahwa permusuhan atau sikap agresif berlebihan terhadap orang lain seringkali merupakan ungkapan yang tak disadari dari ketegangan dalam diri orang itu sendiri.
Hal kontras yang menarik juga diperlihatkan dalam sosok Kapten de Borst dan Letnan van Aken. Kapten de Borst pada film ini banyak disulut oleh ambisi pribadi. Ia gerah karena perwira lain yang lebih muda dari dia, ternyata sudah meraih pangkat lebih tinggi. Alasannya karena ia merasa mereka orang Belanda tulen, dan van Aken hanya seorang Indo. Sebaliknya, Letnan van Aken, yang juga seorang Indo, diam-diam bersimpati terhadap rakyat Jawa, dan menolak untuk menghalalkan segala cara.
Kalau dicermati, pihak-pihak yang berkonflik secara frontal adalah para bawahan. Para atasan -- dalam hal ini Belanda dan Pangeran Diponegoro -- hanya berada di latar belakang. Di pihak Belanda, sebenarnya bahkan tidak ada orang Belanda; hanya ada sejumlah perwira Indo dan yang lainnya adalah prajurit bayaran. Pangeran Diponegoro sendiri hanya diperbincangkan; yang muncul di layar adalah orang kepercayaannya, Sentot Prawirodirjo. Itu pun ia ditampilkan dalam citra mesianis: muncul pada detik-detik terakhir untuk memetik hasil perjuangan gotong-royong

FOR STREAMING


Dosa Tak Berampun (1951)


Dosa Tak Berampun adalah film Indonesia tahun 1951 dengan disutradarai oleh Usmar Ismail dan dibintangi oleh Rd Ismail dan A.N. Alcaff.


Sinopsis

Seorang ayah (Rd Ismail) meninggalkan keluarga, karena terpikat wanita muda. Anak tertuanya yang bernama Gunarto (AN Alcaff) bersama ibunya, harus membanting tulang demi menghidupi keluarga. Setelah anak-anak dewasa tiba-tiba muncul sang ayah, yang tanpa sengaja bertemu dengan anaknya perempuan, Mintarsih (Titi Savitri) tanpa saling kenal dan dalam keadaan miskin terlunta-lunta. Ia diajak masuk rumah. Istrinya kaget dan memberitahu pada Mintarsih dan Maimun (Awal) bahwa orang itu adalah ayah mereka sendiri. Ketika Gunarto pulang, masalah pun muncul. Ia tak mau mengakui ayahnya. Kekerasan sikapnya membuat sang ayah pergi dan bunuh diri dengan cara menceburkan diri ke laut. Maka kesalahan ditimpakan pada Gunarto yang hanya bisa menyesal.

FOR STREAMING

Darah dan Doa (1950)


Darah dan Doa (dalam bahasa InggrisThe Long March [of Siliwangi] atau Blood and Prayer) ialah sebuah film Indonesia karya Usmar Ismail yang diproduksi pada tahun 1950 dan dibintangi oleh Faridah. Film ini merupakan film Indonesia pertama yang secara resmi diproduksi oleh Indonesia sebagai sebuah negara (setelah berakhirnya Perang Kemerdekaan Indonesia). Film ini ialah produksi pertama Perusahaan Film Nasional Indonesia (Perfini), dan tanggal syuting pertama film ini (30 Maret 1950) kemudian dirayakan sebagai Hari Film Nasional berdasarkan Keppres Nomor 25/1999. Kisah film ini berasal dari skenario penyair Sitor Situmorang, menceritakan seorang pejuang revolusi Indonesia yang jatuh cinta kepada salah seorang Gadis Jerman yang bertemu dengannya di tempat pengungsian.

Sinopsis

Film ini mengisahkan perjalanan panjang (long March) prajurit divisi Siliwangi RI, yang diperintahkan kembali ke pangkalan semula, dari Yogyakarta ke Jawa Barat setelah Yogyakarta diserang dan diduduki pasukan Kerajaan Belanda lewat Aksi Polisionil. Rombongan hijrah prajurit dan keluarga itu dipimpin Kepten Sudarto (Del Juzar). Perjalanan ini diakhiri pada tahun 1950 dengan diakuinya kedaulatan Republik Indonesia secara penuh.
Film ini lebih difokuskan pada Kapten Sudarto yang dilukiskan bukan sebagai pahlawan tetapi sebagai manusia biasa. Meski sudah beristri di tempat tinggalnya, selama di Yogyakarta dan dalam perjalanannya ia terlibat cinta dengan dua gadis. Ia sering tampak seperti peragu. Pada waktu keadaan damai datang, ia malah harus menjalani penyelidikan, karena adanya laporan dari anak buahnya yang tidak menguntungkan dirinya sepanjang perjalanan.

FOR STREAMING


Dimana Kau Ibu (1973)


Di mana Kau Ibu adalah film Indonesia yang dirilis pada tahun 1973 dengan disutradarai oleh Hasmanan. Film ini dibintangi antara lain oleh Lenny Marlina dan Rano Karno.


Sinopsis


Linda melahirkan bayi hasil hubungan gelap dengan pacarnya yang meninggal karena kecelakaan. Untuk menyembunyikan aib, Ayah Linda meminta adiknya untuk merawat dan membawa ke Cirebon. Kepada Linda sendiri dikatakan bahwa bayinya telah meninggal. Setelah besar Yatim mendapat perlakuan kasar dari pengasuhnya, uang untuk perawatan Yatim juga di salah gunakan. Suatu ketika Linda mendengar pertengkaran antara ayahnya dengan pengasuh Yatim, membuat Linda ingin tahu. Oleh ayahnya diceritakan keadaan yang sesungguhnya.
Maka Linda menyusul ke Cirebon untuk menemui anaknya. Tetapi Linda tidak bisa menemui anaknya, karena Yatim sudah terlanjur pergi ke Jakarta untuk mencari ibunya dan tidak tahan dengan perlakuan kasar pengasuhnya. Di Jakarta Yatim menggelandang dan jadi tukang semir sepatu. Pertemuan anak dan ibu akhirnya terjadi di rumah sakit, sewaktu Yatim mendapat kecelakaan.

FOR STREAMING


Tabah Sampai Akhir (1973)


Tabah Sampai Akhir adalah film Indonesia tahun 1973 yang disutradarai oleh Narto Erawan Dalimarta dan dibintangi antara lain oleh Andy Carol dan Astri Ivo.

Sinopsis

Tiga yatim piatu, Suryo (Rano Karno), Bambang (Andy Carol) dan Sri (Astri Ivo) pergi ke Jakarta untuk mencari pamannya, sesuai pesan ibunya. Perjalanan ke Jakarta penuh dengan perjuangan dan cobaan. Beruntung mereka bertemu dengan Hadi (Kusno Sudjarwadi) dan berhasil menemukan pamannya, tetapi tidak mau mengasuh mereka bertiga. Penderitaan datang lagi, mereka mendapat kecelakaan yang membuat mereka bertiga jadi cacat bisu, pincang, dan buta. Mereka jadi anak gelandangan dan terpisah satu sama lain. Untung Sri masih menyimpan kartu nama Hadi, yang akhirnya mengangkat Sri menjadi anaknya hingga menjadi dokter. Suryo diangkat anak seorang pesilat, dan menjadi pesilat yang tangguh dan bekerja pada perusahaan mertuanya. Sementara Bambang masuk Wisma Tuna Netra dan jadi pianis. Mereka bertiga dipertemukan kembali saat Bambang mengadakan konser piano. Suryo berhasil menyingkirkan komplotan saingan perusahaan mertuanya, yang ternyata adalah pamannya sendiri.

FOR STREAMING


Tak Seindah Kasih Mama (1986)

Gambar terkait

Tak Seindah Kasih Mama adalah film Indonesia tahun 1986 dengan disutradarai oleh Hasmanan dan dibintangi oleh Zoraya Perucha dan Deddy Mizwar.

Sinopsis

Suami Nurhayati (Zoraya Perucha) tewas kecelakaan meninggalkan dirinya dan empat anaknya yang masih kecil. Nur sendiri sudah tahu tidak akan berumur panjan, apalagi setelah setelah periksa dokter bahwa dia harus menjalani cangkok jantung dan paru-paru sekaligus., dengan kemungkinan kecil untuk hidup. Maka setelah memberi tahu keadaan sebenarnya pada ayahnya dan anak tertuanya, Asih (Wenty Anggraeni), satu persatu anaknya dititipkan pada keluarga yang dianggapnya sanggup membesarkan anaknya. Beruntung sekali tiga keluarga baik-baik dan sangat mendambakan anak mau menerima mereka. Maka pada pesta ulang tahun anak bungsunya, Nur seolah lega melepaskan anak-anaknya. Ia meninggal dunia.

FOR STREAMING





Sabtu, 19 Oktober 2019

Ambisi (1973)



Ambisi adalah sebuah film Indonesia yang dirilis pada tahun 1973. Film komedi ini bertutur di dunia entertainmen,mulai dari siaran radio swasta niaga,industri rekaman hingga pertunjukan panggung. Film ini memenangi Piala Citra dalam ajang FFI 1974 untuk kategori Tata Artistik Terbaik untuk Ami Prijono.


Sinopsis


Berkisah tentang Bing (Bing Slamet) yang berprofesi sebagai penyiar radio Undur Undur Broadcasting Service bersama penyiar lainnya Benyamin (Benyamin S). Keceriaan Bing di studio radio ternyata bertolak belakang dengan kehidupan rumah tangganya yang sarat pertengkaran. Apalagi sang istri posesif dan pencemburu (diperankan Nuke Maya Saphira). Alhasil Bing mencari pelampiasan di dunia hiburan yang ditekuninya.
Hingga akhirnya bertemu dengan seorang pendatang baru dalam dunia tarik suara Anna (Anna Mathovani). Bing ternyata jatuh hati pada Anna. Dengan telaten Bing mulai mengorbitkan Anna. Setiap hari Bing memutar lagu milik Anna, hingga penyanyi Deddy Damhudi merasa didiskriminasi oleh Bing. Akhirnya Bing tersadar ternyata Anna telah mempunyai kekasih (diperankan Pong Hardjatmo).
Menariknya adegan-adegan dalam film ini disusupkan dengan penampilan band-band ternama saat itu mulai dari Koes Plus/Bersaudara,Bimbo hingga God Bless.
FOR STREAMING

DOWNLOAD

Cintaku di Kampus Biru (1976)




(Cintaku di) Kampus Biru adalah
film drama percintaan Indonesia yang diproduksi pada tahun 1976 dan disutradarai oleh Ami Prijono. Film ini dibintangi antara lain oleh Roy Marten, Rae Sita dan Yati Octavia. Lewat film inilah Roy Marten pertama kali naik daun.
Film ini berdasarkan novel dengan judul yang sama, karangan Ashadi Siregar. Versi layar lebar juga mengambil latar yang sama dengan novelnya, yaitu kampus Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta.

Sinopsis

Walaupun tokoh utama film ini adalah Anton Rorimpandey, mahasiswa antropologi, tetapi ceritanya bukan sebatas kehidupan Anton tampan dan don juan, melainkan gambaran seorang mahasiswa yang berotak encer namun bukan kutu buku dan terisolasi di menara gading pemikiran.
Intrik di kalangan mahasiswa, termasuk perebutan posisi ketua dewan mahasiswa untuk tingkat universitas atau ketua senat mahasiswa untuk lingkup fakultas, menjadi miniatur perpolitikan Indonesia. Dengan demikian, menjadi relevan jika Anton mengidentifikasikan diri dan mengidolakan sosok berambut gondrong Che Guevara, pemimpin gerilya di Bolivia tahun 1965, serta sebelumnya memimpin Revolusi Kuba tahun 1956-1959

FOR STREAMING

DOWNLOAD